Cerita seks tresome yg sadis pake alat dan jari s e robekk

Dengan menarik nafas, kesal, saya memandangi sekeliling saya. Tetapi alamak, tubuhnya seperti cewek baru duapuluhan. Payudaranya yang membusung cukup besar itu tampak semakin menonjol di balik kaus oblong ketat yang ia kenakan.

Tahu-tahu mata saya tertumbuk pada seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam klinik tersebut. Gumpalan pantatnya di balik celana jeansnya yang juga ketat, teramat membangkitkan selera. Tidak apa-apa deh kalau harus diperiksa berjam-jam olehnya.

Saya menarik tangan Dokter S agar ikut naik ke atas tempat tidur. Ia langsung naik ke atas tubuh saya yang masih berbaring tertelentang di tempat tidur.

Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk ia mengarahkan batang kemaluan saya ke vaginanya yang sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman.

Akan tetapi karena rasa bosan yang sudah menjadi-jadi, saya tidak memperhatikan wanita itu lagi.

Saya kembali tenggelam dalam lamunan yang tak tentu arahnya.“Mas, silakan masuk.

Tanpa saya sadari, saya rasakan, batang kemaluan saya mulai menegang. Tapi untuk ia tidak memperhatikan gerakan di balik celana saya. Muka saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, batang kemaluan saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter S. Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah mahir digelitiknya ujung kemaluan saya itu, membuat saya menggerinjal-gerinjal. Ia mencopot jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu.Saya terpana, ternyata dokter yang akan memeriksa saya adalah wanita cantik yang tadi sempat saya perhatikan sejenak. “Nah, coba kamu lepas celana panjang dan celana dalam kamu. Saya tanggalkan seluruh celana saya, sehingga saya telanjang bulat di depan Dokter S yang bak bidadari itu. Dokter S tertawa melihat batang kemaluan saya yang mengeras itu.Seketika itu juga saya menjadi bersemangat kembali.“Selamat malam, Dok,” sahut saya. Aah, luluhlah hati saya karena senyumannya ini yang semakin membuatnya cantik.“Oke, sekarang coba kamu buka kaus kamu dan berbaring di sana,” kata sang dokter sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di sudut ruang periksa tersebut. Setelah menanggalkan kaus oblong, saya membaringkan diri di tempat tidur. ” Saya menggeleng.“Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya.” Dengan stetoskopnya, Dokter S memeriksa tubuh saya. Saya mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Batang kemaluan saya itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil.Bagai kehausan, Dokter S meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.“Duh, masa baru begitu saja kamu udah keluar.” Dokter S meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.“Dok… Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter S mencopot bh-nya dan memelorotkan celana dalamnya. Baru sekarang saya pernah melihat payudara sebesar ini. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Saya rasakan batang kemaluan saya mulai bangkit kembali menyaksikan pemandangan yang teramat indah ini. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya.Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya.

Search for cerita seks tresome yg sadis pake alat dan jari s e robekk:

cerita seks tresome yg sadis pake alat dan jari s e robekk-33cerita seks tresome yg sadis pake alat dan jari s e robekk-79

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “cerita seks tresome yg sadis pake alat dan jari s e robekk”